NEWS
DETAILS
Sabtu, 30 Jun 2018 11:20 - Paguyuban Honda Bengkulu

Satu Indonesia Awards 2018 :

Mengulang Sukses Perwakilan Bengkulu 2017

 

Bengkulu – Satu Indonesia Awards (SIA) merupakan apresiasi Astra untuk anak bangsa, baik individu maupun kelompok yang memiliki kepeloporan dan idealism untuk berbagi dengan sesama. Sejak Tahun 2010, Astra mencari pemuda-pemudi yang memiliki semangat yang sejalan dengan Astra, senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat luas di lima bidang: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Wirausaha dan Teknologi. PT. Astra International Tbk akan memberikan dana bantuan sebesar Rp 60 Juta (Juara 1), serta pembinaan kegiatan kepada masing-masing penerima apresiasi. Selain itu, akan ada penerima apresiasi dari setiap provinsi yang akan diberikan dana bantuan.

 

Tahun ini adalah pelaksanaan yang ke-9. Satu Indonesia Awards 2018 mencari warga negara Indonesia yang berusia antara 15-35 tahun yang memiliki kegiatan bermanfaat di bidang-bidang Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan (UMKM), Kesehatan, Teknologi Tepat Guna/Pemanfaatan Teknologi serta satu kategori Kelompok yang mewakili 5 bidang tersebut.

 

Syarat dan ketentuan kandidat penerima apresiasi Satu Indonesia Awards 2018 adalah berusia maksimal 35 tahun, individu atau kelompok (minimal 3 orang), kegiatan harus orisinal, kegiatan telah berlangsung minimal satu tahun, belum pernah menerima penghargaan nasional/internasional dan bukan merupakan karyawan Group Astra dan Tempo Media Group.

 

PPILAR (Pelopor Penangkapan Ikan Sidat Liar) merupakan salah satu penerima apresiasi Satu Indonesia Awards 2017 dari Bengkulu. Tiga pemuda bergabung dalam PPILAR sejak 2016, mereka menyosialisasikan penangkapan ikan sidat ramah lingkungan dengan alat tradisional “Bubu” kepada nelayan Desa Rawa Makmur dan Arga Makmur Bengkulu. Tiga pemuda tersebut adalah Randi Anoma Putra, Akri Erfianda dan Rego Damantara. Dalam keadaan hidup, ikan sidat dihargai cukup mahal, Rp 45.000 per kilogram. Kualitasnya pun lebih baik dan ikan sidat bisa dibesarkan hingga layak konsumsi (200 gram). Sebelumnya, sejak 2006 kebanyakan nelayan menggunakan setrum untuk menangkap ikan. Alhasil, ikan sidat yang didapat dalam keadaan mati dan dihargai hanya dengan Rp 20.000 per kilogram.

 

Budi Yanto selaku Korwil Astra Group wilayah Bengkulu mengungkapkan bahwa tahap pendaftaran karya dibuka mulai 22 Maret hingga 22 Agustus 2018. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengakses kewww.satu-indonesia.com.

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK